Pesawat = Tidak selamat ?

Kenapa begini saya tulis, ?

karena saya punya seorang teman yang sangat takut untuk naik pesawat alasannya karena phobia awalnya ternyata selidik punya selidik dia takut jatuh pesawatnya padahal dia sama saya sama-sama kerja di perusahan yang sama memproduksi component untuk Aerospace,kata Do’i kalau pesawat jatuh maka pasti semua orang langsung mati tapi kalau naik kapal laut ada kemungkinan selamat dan lebih besar
well..ada benarnya juga memang karena ibarat jatuh bebas dari udara dibandingkan jatuh dari atas kapal jelas berbeda,
Tapi kalo ditilik lagi betapa ketatnya persyaratan dan QC inspection untuk perusahaan Aerospace maka seharusnya tidak perlu setakut itu ya,,,(memang betul bahwa mati sudah ditakdirkan dan bisa terjadi di mana saja).
Tapi kalau ditilik lagi maka indonesia memiliki tingkat kecelakaan penerbangan yang sangat tinggi , coba dibandingkan antara persentase penumpang yang menggunakan pesawat di indonesia dengan persentese penumpang yang menggunakan pesawat di Amerika atau luar negeri sono. ternyata jumlah penumpang kita jauh lebih kecil dengan tingkat penggunaan pesawat yang mungkin tidak sampai setengahnya akan tetapi mengapa lebih banyak di Indonesia?

besar kemungkinan yang saya lihat adalah Management perusahaan, dan budaya manusia kita orang indonesia yang kurang profesional, kadangkalah kita masih bisa cingcay ,,dengan quality padahal yang kita pegang adalah barang critical yang kalau sampai defect bisa mengakibatkan beberapa anak jadi yatim piatu , ibu ibu jadi janda, atau keluarga kehilangan salah satu anggota keluarganya. Sense of belonging and responsibility juga kurang ,,,lalu kenapa, maka kembali lagi dengan masalah duit dulu, biasanya seseorang yang merasa apa yang dimiliki adalah berharga maka akan dijaganya dengan ketat akan tetapi kalau orang tersebut tidak merasa bahwa pekerjaannya berharga buat hidupnya karena menghasilkan duit pas-pasan maka pikirnya masih setengah-setengah.

yang kedua masalah tanggung jawab, karena mungkin dalam pikiran sebagian kita sering tidak merasa apa yang kita perbuat tidak bertanggung jawab besar ,tapi sebetulnya masalah ini bisa digenerate dengan memberikan pandangan yang lebih luas mengenai implikasi produk yang dibuat , kemana digunakan , di bagian apa digunakan, apa yang terjadi kalau rusak, dan apa konsekwensi terhadap diri pribadi. Begitu seseorang termotivasi dengan apa yang dia lihat dan mengerti maka dengan sendirinya menimbulkan rasa tanggung jawab berbeda bagi yang bersangkutan.

Semestinya,,,,ini semestinya, orang yang berkecimpung dalam bidang Management Aerospace adalah orang yang sudah pernah mengenyam dunia ini sebelumnya , tapi coba lihat di indonesia ,,jangankan pernah berkecimpung, karena dulunya pernah jadi marketing jadi yang dipikirin gimana penjualan tiket dan jual murah tanpa perlu memikirkan keselamatan,yang punya perusahaan mie pegang management pesawat, yang pernah duduk di bank pegang management pesawat , giliran ada komponent yang diganti, maka pake substitusi , jangan – jangan onderdil pesawat juga bisa dikanibalisasi dengan onderdil motor bebek kan orang indonesia paling terkenal kreatif masalah kanibalisasi,,,,ahh orang indonesia kan banyak mati 100 masih ada 300 juta lagi.!!!

yang ketiga kurangnya rasa awareness dari para pelanggan juga , sebagai contoh kecil kita kadang tidak peduli dengan keselamatan diri sendiri karena hal-hal kecil, menyalakan HP saat landing atau take off, atau tidak memakai sabuk pengaman, atau tidak memperhatikan apa yang diberikan jasa asuransi bila terjadi sesuatu, ,,,ataulain lagi mau naik bus sambil gelantungan, naik kereta api di atap,,,etc,,etc,,bla,,bla,,,dan masih banyak lagi kasus asal-asalan dari penduduk kita. begitu kita mulai meminta sesuata dan peduli dengan sesuatu dan semakin cerewet atau semakin kritis maka secara otomatis si penjual barang dagangan akan memperhatikan apa yang kita minta dan terpaksa menyediakan apa yang kita minta suka atau tidak suka. walaupun kembali lagi kepada masalah qualitas tadi,,,,,you pengen murah ane kasih harga murah tapi pake KW satu dan KW dua ,,,kalo pake yang original biayanya mahal ha,,ha,,

wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s