Aqiqah…

[Hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah, atau minimal sunnah.
Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah saw., “Setiap anak terikat oleh aqiqahnya. Ia disembelihkan hewan pada hari ketujuh kelahirannya, dicukur, dan diberi nama.” (HR Abu Dawud dan al-Hakim).]

Sampai usia berapa aqiqah bisa dilakukan?
Menurut madzhab Maliki, waktu aqiqah hanya sampai pada hari ketujuh.

Sementara, menurut madzhab Hambali, jika aqiqah tidak bisa dilakukan pada hari ketujuh, maka bisa pada hari keempat belas. Jika tidak juga bisa pada hari keduapuluh satu. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah ra.

Bahkan menurut madzhab Syafii pelaksanaan aqiqah tidak mengenal batasan usia. Namun demikian, dianjurkan untuk dilakukan sebelum anak tersebut dewasa.

Aqiqah untuk anak laki-laki adalah dua ekor, sementara untuk anak perempuan berupa satu ekor kambing.Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Rasulullah saw. memerintahkan mereka (para sahabat) untuk memotong aqiqah anak laki-laki dua ekor kambing, sementara untuk anak perempuan cukup satu ekor.” (HR al-Tirmidzi).

Bagaimana kalau tidak mampu ??
Ada contoh dari Rasululloh boleh melakukan aqiqah untuk anak laki-laki dengan satu ekor kambing, Ibn Abbas ra. berkata, “Nabi saw. mengaqiqahi Hasan dan Husein masing-masing satu ekor kambing domba.”

Lalu dikemanakan dagingnya ??
Hal ini berdasarkan hadis Aisyah ra., “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh.” HR al-Bayhaqi.

lalu untuk kasus anda akan melakukan aqiqah pada dua waktu yang berbeda maka sesuai dengan hadistnya ya sebetulnya tidak apa – apa selama dia masih dalam waktu 7 hari,
lalu bagaimana kalau sudah lebih dari hari yang ditentukan ?? ya sebetulnya juga tidak apa – apa karena hukumnya sendiri adalah sunnah, dan disesuaikan dengan kemampuan dan waktu yang tersedia, kalau menurut saya adalah yang penting niatnya dan ini menurut riwayat Satu ketika al-Maimûni bertanya kepada Imam Ahmad, “Jika ada orang yang belum diakikahi apakah ketika besar ia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri?” Imam Ahmad menjawab, “Menurutku, jika ia belum diakikahi ketika kecil, maka lebih baik melakukannya sendiri saat dewasa. Aku tidak menganggapnya makruh.”
Para pengikut Imam Syafi;i juga berpendapat demikian. Menurut mereka, anak-anak yang sudah dewasa yang belum diakikahi oleh orang tuanya, dianjurkan baginya untuk melakukan akikah sendiri.”
jadi jelas perbedaan waktu itu sendiri pada akhirnya tidak menghalangi niat baik, yang dikarenakan ada halangan sebelumnya

Apa kewajiban orang tua kepada Anak ??
Rasulullah SAW bersabda: ?Setiap yang dilahirkan tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan dicukur rambutnya serta diberi nama? (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan)

Dalam riwayat yang lain Rasulullah SAW bersabda : Hilangkan darinya kotoran? (HR. Al-Bazzar) Ibnu sirin ketika mengomentari hadis tersebut berkata: Jika yang dimaksud dengan kotoran tersebut adalah bukan mencukur rambut, aku tidak mengetahui apa maksudnya dengan hadis tersebut (fathul Bari)

Kemudian rambut yang telah dipotong tersebut ditimbang dan kita disunahkan untuk bersedekah dengan perak sesuai dengan berat timbangan rambut bayi tersebut. Ini sesuai dengan perintah Rasulullah SAW kepada puterinya fatimah RA : Hai Fatimah, cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak sesuai dengan berat timbangan rambutnya kepada fakir miskin? (HR Tirmidzi 1519 dan Al-Hakim 4/237)

jadi kewajiban kita menurut hadis diatas adalah ,
– Memberi nama,
– Mengaqiqahkan
– Mencukur rambut
tambahan
– Mengajarkan agama dan akhlak
– memberi nafkah
– memberi pendidikan

adapun doa pada saat kehamilan adalah yang biasanya dibaca
Disamping itu perbanyaklah membaca do?a-do?a, antara lain:

Doa Nabi zakaria ketika memohon agar diberi seorang anak;
Rabbii Habli Min Ladunka Dzurriyyatan Thoyyibah?

“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a”. (QS. Ali-Imran: 38)

Doa memohon pasangan dan keturunan yang sholeh.

Rabbanaa Hablanaa Min Azwajinaa Wa Dzurriyyatinaa Qurrota A?yunniw Waj?alnaa Lilmuttaqina Imama?

“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa?. (QS. Al-Furqon: 74)

wassalam

KnC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s