Gurat journey Kangncep-4

sepertinya semua sudah terlambat untuk diperbaiki,
dari bangsa ini ,,,
mungkin kita selama ini hanya berbohong dan memperdaya  diri sendiri dengan kata “tetap optimis” tetapi semakin hari semakin jelas bagi mata kita gambaran nyata warna  negeri ini yang semakin kacau dengan keberadaannya bahkan kesejatiannya sendiri dan kemandiriannya sebagai sebuah pribadi,

betapa tidak ketika kita telah kehilangan jati diri maka apalagi yang tersisa dari kesejatian di masa depan kelak ?? , ketika kita selalu berkiblat kepada arah yang kita anggap sesuai dengan hawa nafsu kita maka disanalah jurang kehancuran telah mengangga karena hawa nafsu berakhir kepada sesuatu yang tidak haq, selalu kepada kebathilan, selalu kepada kerusakan dan berakhir pada air mata

kaum wanita kita lebih suka membuka jilbab dibandingkan menutup aurat, dan semakin banyak penyanyi diatas pentas dibandingkan wanita sholehah yang dengan lemah lembut membimbing anaknya membaca dan belajar dengan kasih sayang, jauh lebih banyak wanita lebih suka memutuskan mengajukan cerai dibandingkan bertahan dan bersabar, walaupun resiko dari permintaan cerai adalah kebencian dari gusti Alloh, kaum wanita lebih suka membantah dibandingkan berkata lemah lembut, dan kaum wanita semakin merasa terlihat hebat ketika bisa duduk setara dengan kaum pria didalam rumah tangga, atau merokok bersama di gang hotel dan di meja restoran

para lelaki kita lebih suka mempergunakan kata “poligami” sebagai halalisasi dari sisi baik sebuah perselingkuhan yang mesti diakui keberadaannya dan para pemuda kita lebih suka mengugurkan kandungan pasangannya dibandingkan bertanggung jawab terhadap perbuatan bejat yang telah mereka lakukan,
orang muda semakin menganggap agama adalah hal yang terakhir dari yang mereka pikirkan dalam pertimbangan akal sehat dan logika, karena bahkan kadang agama tidak bisa masuk kedalam logika yang terbentuk berbeda dari waktu ke waktu, jaman ke jaman dan setiap era, bahkan dalam kehidupan keseharian tidak hanya ada di televisi dan sinetron murahan tempat para pesinetron beradu kemunafikan dengan suatu pujian ” Akting kamu bagus..”, bukankah akting adalah kepura-puraan yang diperbolehkan???

media masa menjadi racun bagi kita tempat segala hal yang tidak masuk akal menjadi makanan harian yang terus merasuki kehidupan dan kedalam jiwa kita secara halus dan terus menerus tanpa terasa bagi yang terlena,
jiwa orang tua kita,
jiwa anak-anak kita,
dan bahkan kepada janin yang belum mengenal dunia ini sama sekali yang sudah mulai diperkenalkan keppada musik bethoven yang diyakini mampu memberikan tune-up kecerdasan kelak,,?
apakah di alam arwah ada nyanyian bethoven ?? sungguh tidak masuk akal !!

sungguh perjuangan berat bagi para orang tua untuk memilih acara terbaik yang bisa ditonton dan disajikan kepada orang-orang yang mereka sayangi, pertelevisian dan media masa sudah bukan lagi menjadi media pendidikan untuk kecerdasan mental dan berfikir tetapi hanya sebuah alat propaganda dan hiburan yang tidak masuk akal,logika dan nurani, dan yang lebih parahnya mereka berselubung dengan islam yang dibungkus apik dalam sebuah gaya  histeria dan hiperbolik untuk meledakan suatu kuburan dan membunuh arwah gentayangan,atau anak-anak kecil yang memegang tongkat ajaib untuk memanggil ibu peri???

para birokrat kita yang tebal muka lebih suka mempertebal kulit wajah dan mempertebal kantong , dan  beristri banyak dalam kotak emas  simpanan mereka di tempat-tempat terpencil rumah-rumah simpanan yang kadang mereka singgahi dalam perjalanan dinas dengan alasan rapat penting luar kota,
dan semua terjadi dalam jangka waktu lima tahun karena hanya itu satu-satunya cara memperkaya diri dengan cepat , nikmat, tanpa tedeng eling-eling Dan menikmati fasilitas kemewahan dari urang rakyat yang diselubungkan dengan kata “Dana pemerintah” ,
Orang-orang di pemerintahan lebih suka saling berhujat dan berdebat dibandingkan mencari solusi,dan terobosan baru dalam jalan keluar bagi permasalahan  “multi dimensional bin kompleks integral pangkat tiga  ” rakyat kita

Dan para penguasa dan birokrat  semakin tampak arogan begitu keluar dari ruang persidangan dan dewan -dewan pemerintahan saat berada dihadapan orang biasa dan bawahannya yang rakyat jelata, karena merasa kuat dan kuasa, sampai -sampai kadang masuk sholat di masjid pun mereka ingin terlihat berbeda dengan para pengawal dan orang – orang bawahan yang ngikut sehingga persis seperti gerombolan tikus dengan induknya, dan melebarkan sajadahnya yang cukup untuk dua orang tapi hanya diisi sendiri, semakin lebar  maka semakin gaya ya ??

hukum sudah bukan lagi menjadi andalan tapi hanya sebuah anonim dari kata “Tidak pasti” dan “permainan” , bahkan menjadi komoditas bagi orang yang mengerti, dan faham dengan gaya hukum itu berjalan dan berkata ,  bagaimana mempermainkannya, memutar balikan, dan menjatuhkan orang lain, dan sisi lain menjadi barang tertawaan yang penuh gelak tawa dan getir bagi rakyat biasa yang tidak bisa membayar LBH atau kantor pengacara,

lelah,,,lelah,,,karena terlalu banyak amarah, kesal dan air mata

kita mungkin masih memiliki kiblat,,,,
tapi kita sudah lupa dan mungkin tidak lagi berkiblat kesana,
Dari sebuah negeri yang memiliki mayoritas penduduk islam tapi enggan berhukum sebagai muslim
tapi masih juga ngotot ingin masuk surga yang hanya ada satu,,,,

benar kata yang diucapkan salah seorang pemimpin tasawuf yang saya dengar,
” mengapa indonesia seperti ini ?”
“silahkan baca Qur’an ,,,,” dan begitulah Alloh menghukum negeri kaum yang zhalim”

mungkin kita bukan sedang diuji, tapi sudah dikutuk dan dihukum, dan bukankah tuhan sudah memulai hukumannya ??
tapi kita masih bisa berkata itu bencana alam ?? sungguh tidak masuk akal

wassalam
KnC….jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s