Gurat journey Kangncep-5

Pagi yang cerah untuk sebuah gorengan dan teh manis dan diantara keramaian pasar dan hangatnya matahari pagi, jajanan pasar yang murah meriah untuk kalangan kelas bawah walapun nampak kotor tapi tetap terasa jauh lebih nikmat dibandingkan kemewahan lain yang pernah dirasakan dari cafe mewah secangkir lima puluh ribu ,sama seperti nimatnya memandang sebuah senyuman tulus dari ibu warung dibandingkan pelayan hotel yang diam masam dengan andalan tulisan “menu for today”

diujung jalan terlihat seorang gila yang berjalan meminta jatah makanan sarapan pagi ini kepada setiap penjaja gorengan yang berjumlah hampir lebih dari setengah lusin , tidak mau menerima dengan tangan langsung harus  dengan kantong plastik, tapi itu sudah menjadi menu harian bagi mereka dan mereka sudah mengerti bahwa  orang gila tidak akan mampu bayar tapi semua selalu memberi sambil tertawa,dan tersenyum pahit,

giliran si ncep didatangi yang tidak mengerti bahwa langganan yang satu ini tidak mau menerima tanpa plastik, sehingga perlu diingatkan oleh pemilik warung,2 gorengan diberikan dan setelah berkomat-kamit sebentar lalu langsung melengong pergi, dengan celana belakang yang sedikit terbuka dan badan lusuh kumal ,
ini sudah menjadi kebiasan rutin para pedagang memberi kalau tidak dikatakan memelihara orang gila, di sebuah jalan kecil dekat pasar dalam sebuah kota besar, sebuah kebiasaan yang unik dari sebuah komunitas tidak langsung dari rakyat  kecil dan rakyat jelata yang tidak memikirkan lagi keuntungan, hanya kebersamaan dan saling menghargai bahkan untuk seorang gila ,
untuk sebuah tertawa di pagi hari yang setiap hari datang menjenguk bersama mentari

terlintas dalam benak si ncep besok hari akan datang lagi kemari membawa celana ,,,sayang waktu tidak mengijinkan

padahal orang gila tidak pernah menganggap dirinya gila, dan lingkungannya menganggap dirinya salah , sama seperti kebanyakan masyarakat kita yang merasa dirinya benar padahal sudah jelas lingkungannya tidak setuju,
tapi begitulah variasi kehidupan tidak ada yang disebut normal kalau semua gila dan tidak ada yang disebut gila kalau semua normal,
tidak ada yang disebut benar kalau semua salah, dan tidak ada yang disebut salah kalau semua benar,

wassalam
KnC,,,bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s