Franklin “Isa-Ali” Taveras II (Isa-Ali is my Muslim name)

Kisah Seorang Muallaf

FRANKLIN: SEMANGAT BARU DAKWAH ISLAM DI AMERIKA
Bisa cerita perjalanan kamu menjadi muslim?

Al-Qur’an adalah alasan utama saya menjadi muslim. Al-Qur’an menyatakan
kebenaran pada saya, tentang Allah dan banyak hal. Saya benar-benar
tertarik sejak pertama kali membacanya. Saat itu sebenarnya saya sedang
taat-taatnya pada agama saya yang lama dan menjadi pastur muda di
sekolah. Saat menyadari ada banyak muslim (juga agama lain), saya
memutuskan untuk mempelajari beragam tipe agama, sehingga bila saya
ditanya tentang agama lain saya dapat menjelaskan. Saya sempat menonton
film Malcolm X, pada bagian saat Malcolm shalat.

Kemudian saya sempat mengalami depresi seminggu setelah dibaptis. Saya
seperti kehilangan kepercayaan pada Tuhan dan ingin melupakan-Nya. Saat
itu adalah bulan terburuk dalam hidup saya. I wanted revenge on God, for
making me so confused. Lalu saya ingat film Malcolm X saat dia shalat,
saya pun pergi membeli film tersebut. Film tersebut sangat menginspirasi
saya untuk lebih jauh mengenal Islam. Saya juga mendapat Al-Qur’an dari
internet dan membacanya. I loved the way Islam was, everything I
believed in since I was younger was all in Islam.

Contohnya, pria disunnahkan memelihara jenggot dan wanita harus menutup
aurat (di sini-New York-sebagian besar wanita seperti mengiklankan tubuh
mereka pada pria). Al-Qur’an sangat ajaib, apa yang ada di kepala saya,
semua bisa terjawab. Yang aneh, selama dua minggu mempelajari Islam,
saya menjadi sangat emosional dan tidak dapat mengerjakan film tentang
Jesus yang sedang saya buat (Franklin mengambil studi film, red.). And
on top of that, I lost all of my Christian friends, karena mereka
melihat saya mempelajari Al-Qur’an. Saya biarkan saja, dan yakin hanya
Tuhan yang dapat menolong saya. Saya berdoa, ‘Tuhan, tunjukkan saya
agama yang benar’.

Setelah berdoa saya bertemu seorang muslim. Dia memberi tahu tentang
Islam. Lalu saya bertemu dengan muslim yang lain, ini terjadi hingga
lima kali. Saya juga bertemu dengan seorang muslim bernama Adam, dan
belum pernah melihat dia sebelumnya. Dia berjanji menemui saya dekat
sebuah masjid. Saya pun memutuskan pergi ke masjid, dan melihat ada
beragam muslim di sana. Kebanyakan orang Arab dan kulit hitam.

Saya pikir ini adalah agama untuk orang Timur, bukan buat saya. Saya
kaget ketika melihat Adam, ternyata ia berkulit putih! Setelah shalat,
Adam mengenalkan saya pada Imam masjid. Saya berdebat dengan Imam dan
dua orang lainnya selama 3 jam, dan akhirnya saya menerima penjelasan
mereka. Saya mengucap syahadah seminggu kemudian.

Gimana perasaan kamu setelah memeluk Islam?

Pada awalnya saya banyak bertanya tentang Islam. Saya telah menjadi
muslim, dan menerima ajarannya serta apa yang Allah katakan dalam
Qur’an, tapi saya tetap mencari hal yang melenceng, karena jika saya
menemukan satu saja hal yang melenceng dalam Qur’an, maka saya dapat
membuktikan bahwa Qur’an salah. But it’s impossible. Saya masuk Islam
kaerna hidayah Allah, dan nggak ada seorang pun yang dapat mencegahnya.
banyak keajaiban dalam Al-Qur’an.

Ada masalah nggak setelah kamu masuk Islam? Gimana dengan keluarga,
teman, dan lingkungan sekitar kamu?

Keluarga tidak tahu tentang keislaman saya, tapi mereka melihat bahwa
saya lebih relijius. Saya ingat perkataan Imam Syamsi bahwa ‘ketika
seseorang masuk Islam, maka mereka harus memberikan kesan yang baik
terhadap keluarganya’. Jadi untuk seseorang yang baru masuk Islam atau
berniat masuk ke dalam agama Allah, cara terbaik keluarga dan
teman-teman tahu adalah dengan mengubah kebiasaan kita, menjadi orang
yang lebih baik, berhenti melakukan hal buruk yang pernah dilakukan,
jadi keluarga dan teman-teman melihat sendiri bahwa kita lebih baik
dibanding sebelumnya.

Orangtua saya belum tahu bahwa saya muslim, tapi insyaAllah saya akan
memberitahu melalui majalah ini. Sedangkan teman-teman, saya kehilangan
banyak setelah menjadi muslim. Saya juga kehilangan relasi saya dalam
film. Saya sedang membuat film tentang Yesus saat itu.

Kamu tertarik sekali ya pada bidang film. Apa kamu punya rencana membuat
film yang berhubungan dengan Islam?

Saya memang berencana membuat film dan juga komik islami. Islam
berkembang dpesat di negara ini dan saya percaya ini adalah tanda-tanda
dari Allah bahwa hari akhir zaman akan datang tak lama lagi, juga banyak
keajaiban dalam Al-Qur’an yang telah terjadi. Allah sedang menyelamatkan
sebanyak mungkin manusia dari neraka, tapi itu tergantung juga bagaimana
seorang muslim ikut menyebarkan. Saya ingin Islam dikenal lebih baik di
negara ini (Amerika), dan saya ingin membuat film tentang Yesus (Nabi
Isa); bahwa dia tidak mati, juga film tentang masa muda Nabi Muhammad.
If Allah wills, he will use me to do this task, for I trust in him, let
Allah guide us all.

Kamu punya saran untuk orang yang ingin mempelajari Islam?

Buat saya Islam adalah lingkaran yang tiada habisnya. Saya ingin tahu
lebih banyak, tapi semakin saya belajar semakin sedikit yang saya tahu.
Ini membuat saya mengira-ngira; apalagi yang tidak saya tahu? So I want
to know more. Tanda-tanda dari Allah sudah jelas, jadi saya sarankan
untuk melihat keajaiban Al-Qur’an dan membandingkannya dengan Injil atau
Taurat- yang juga kitab dari Allah tapi telah diselewengkan manusia.
Read the Qur’an, if God doesn’t tell you through it, or give your clear
signs then Islam is false religion.

Apa pendapat kamu tentang Indonesia?

Yang saya tahu Indonesia berpenduduk 88% muslim, pertanyaan saya;
mengapa bukan 100%? Pasti sebagian muslim tidak menjalankan tugas
mereka. Setiap muslim harus mengambil bagian dalam dakwah Islam, paling
tidak membawa satu orang menjadi muslim. Jika seorang muslim telah
berusaha dan tidak mendapatkan satu pun pengikut sebelum dia mati, maka
Allah akan memberi reward. Muslim di Indonesia dapat menyebarkan Islam
melalui internet, but please know what you are talking about and do not
speak if you don’t know the answer, because blasphemy is a great sin.

Kamu punya pesan buat pembaca Annida?

Saya punya tiga hal:
1. Saya lihat banyak Muslim yang telah Islam sejak lahir. Ini sebuah
keuntungan dibanding mualaf. Tapi saya perhatikan banyak yang tidak
beribadah. Ini tidak benar, so I tell them to wake up, or they will face
the same punishment as the unbelievers.

2. Untuk mereka yang ingin berdakwah kepada nonmuslim, harus selalu
membawa Al-Qur’an, jika mereka tertarik kita dapat memberikan mereka
Al-Qur’an.

3. Bacalah Al-Qur’an paling tidak sehari sekali, meski hanya satu ayat.
Jika kita mencari pengetahuan Allah, maka Dia pasti akan memberikan.
Allah cinta pada orang-orang yang berjuang untuk agama-Nya. [Dee, terima
kasih banyak untuk Ustadz Syamsi Ali atas bantuannya]

Name: Franklin “Isa-Ali” Taveras II (Isa-Ali is my Muslim name)
Place/Date of Birth: New York, Queens, Sept 6, 1985
Nationality: Half Dominican and half Puerto Rican
Education: High School: Art and Design located in the New York City,
I was there when the Towers fell (9/11). I currently attend Five Towns
College studing film making.
Hobby: Drawing, reading working on my comics and script/screen play.

Dimuat di rubrik “Muda” Annida No 01/XV (September-Oktober)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s